Jumat, 09 Mei 2014

Contoh Konseling Kelompok Realita (Derefleksi)

Terapi Realitas merupakan suatu bentuk hubungan pertolongan yang praktis, relatif sederhana dan bentuk bantuan langsung kepada konseli, yang dapat dilakukan oleh guru atau konselor di sekolah daam rangka mengembangkan dan membina kepribadian/kesehatan mental konseli secara sukses, dengan cara memberi tanggung jawab kepada konseli yang bersangkutan.
Terapi Realitas berprinsip seseorang dapat dengan penuh optimis menerima bantuan dari terapist untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dan mampu menghadapi kenyataan tanpa merugikan siapapun.
Terapi Realitas lebih menekankan masa kini, maka dalam memberikan bantuan tidak perlu melacak sejauh mungkin pada masa lalunya, sehingga yang paling dipentingkan adalah bagaimana konseli dapat memperoleh kesuksesan pada masa yang akan datang.

Adalah William Glasser sebagai tokoh yang mengembangkan bentuk terapi ini. Menurutnya, bahwa tentang hakikat manusia adalah:
1.      Bahwa manusia mempunyai kebutuhan yang tunggal, yang hadir di seluruh kehidupannya, sehingga menyebabkan dia memiliki keunikan dalam kepribadiannnya.
2.      Setiap orang memiliki kemampuan potensial untuk tumbuh dan berkembang sesuai pola-pola tertentu menjadi kemampuan aktual. Karennya dia dapat menjadi seorang individu yang sukses.
3.      Setiap potensi harus diusahakan untuk berkembang dan terapi realitas berusaha membangun anggapan bahwa tiap orang akhirnya menentukan nasibnya sendiri

Ciri – Ciri Konseling Realitas
Sekurang-kurangnya ada delapan ciri yang menentukan konseling realitas sebagai berikut:
1.      Menolak adanya konsep sakit mental pada setiap individu, tetapi yang ada adalah perilaku tidak bertanggungjawab tetapi masih dalam taraf mental yang sehat.
2.      Berfokus pada perilaku nyata guna mencapai tujuan yang akan datang penuh optimisme.
3.      Berorientasi pada keadaan yang akan datang dengan fokus pada perilaku yang sekarang yang mungkin diubah, diperbaiki, dianalisis dan ditafsirkan. Perilaku masa lampau tidak bisa diubah tetapi diterima apa adanya, sebagai pengalaman yang berharga.
4.      Tidak menegaskan transfer dalam rangka usaha mencari kesuksesan. Konselor dalam memberikan pertolongan mencarikan alternatif-alternatif yang dapat diwujudkan dalam perilaku nyata dari berbagai problema yang dihadapi oleh konseling
5.      Menekankan aspek kesadaran dari klien yang harus dinyatakan dalam perilaku tentang apa yang harus dikerjakan dan diinginkan oleh klien . Tanggung jawab dan perilaku nyata yang harus diwujudkan konseli adalah sesuatu yang bernilai dan bermakna dan disadarinya.
6.      Menghapuskan adanya hukuman yang diberikan kepada individu yang mengalami kegagalan., tetapi yang ada sebagai ganti hukuman adalah menanamkan disiplin yang disadari maknanya dan dapat diwujudkan dalam perilaku nyata.
7.      Menekankan konsep tanggung jawab agar klien dapat berguna bagi dirinya dan bagi orang lain melalui perwujudan perilaku nyata.
8.      Konseling realitas menekankan pertimbangan-pertimbangan nilai. Konseling realitas menekankan pada klien untuk menilai kualitas tingkah lakunya sendiri dalam menentukan apa penyebab kegagalan yang dialami.

Contoh Video Konseling Kelompok Realita (Derefleksi)


Kosep Dasar Bimbingan dan Konseling

Istilah Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari kata ‘Guidance’dan ‘Counseling’. Dalam kamus bahasa Inggris  ‘Guidance’  dikaitkan dengan kataasal  ‘Guide’  yang   diartikan   sebagai   ‘menunjukkan   jalan  (showing   the   way)’;‘memimpin  (leading)’;   ‘menuntun  (conducting)’;   ‘memberikan   petunjuk  (givinginstruction)’; ‘mengatur (regulating)’; ‘mengarahkan (governing)’; dan ‘memberikannasihat  (giving advice)’. untuk lebih lengkapnya Klik DISINI

Kamis, 13 Maret 2014

TIK Dalam Bimbingan Konseling

Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, untuk lebih lengkap klik DISINI

Cool Social Media Sharing Touch Me Widget by Tutorial Blogspot